1_141522261l.jpg
Pertama, karena karate adalah sebuah seni bela diri, kamu harus berlatih seserius mungkin sejak awal sekali. Dalam setiap langkah, dalam setiap gerakan dari tanganmu, kau harus membayangkan dirimu sendiri menghadapi seorang lawan dengan pedang yang siap ditarik. Masing-masing dan seluruh pukulan harus dikeluarkan dengan didorong kekuatan dari seluruh tubuhmu, dengan perasaan menghancurkan lawanmu dengan satu serangan. Kau harus percaya bahwa jika pukulanmu gagal, kau akan kehilangan nyawamu. Pikirkan ini, pikiran dan tenagamu akan terkonsentrasi, dan semangatmu akan mencapai puncaknya. Tidak peduli berapa banyak waktu yang berikan untuk berlatih, tidak peduli berapa banyak bulan dan tahun berlalu, jika latihanmu terdiri tidak lebih dari menggerakkan kedua lengan dan kaki, kau sama layaknya dengan belajar menari. Kau tidak akan pernah tahu makna yang sesungguhnya dari karate.

Kedua, cobalah untuk mengerjakan dengan benar apa yang telah diajarkan tanpa mengeluh atau mencari-cari alasan. Hanya mereka yang tidak punya semangat dan kemauan untuk diri mereka sendiri yang menghindar dengan mencari-cari alasan. Kadang-kadang kebodohan mereka mengeluh batas rasa sakit. Sebagai contoh, ketika mengajarkan kuda-kuda belakang, aku datang kepada orang-orang yang mengatakan dengan mudah bahwa mereka tidak bisa belajar kuda-kuda itu, tidak peduli sekeras apa mereka mencoba. Mereka bertanya kepadaku apa yang harus mereka lakukan—setelah berlatih sedikitnya satu jam ! Sekalipun seseorang sungguh-sungguh berlatih kuda-kuda belakang setiap hari, berdiri sampai salah satu kaki menjadi sekeras batu, itu tetap akan membutuhkan waktu enam bulan sampai setahun untuk mempelajarinya. Sangat konyol berkata, ’’Tidak peduli sekeras apa aku mencoba,’’ tanpa berlatih dulu dengan berkeringat. Kau tidak mungkin latihan melalui kata-kata. Kau harus latihan melalui tubuhmu. Menahan sakit dan kesulitan sejalan dengan kau berusaha untuk disiplin dan membentuk dirimu sendiri. Kau harus percaya jika orang lain mampu melakukannya, kau dapat melakukannya juga. Tanyalah dirimu sendiri, ’’Apa yang menghentikanku ? Apakah yang aku lakukan salah ? Apakah ada yang salah dengan caraku ?’’ Inilah berlatih seni bela diri. Nilai-nilai penting yang diajarkan oleh yang lain bisa saja dengan cepat akan dilupakan, tetapi esensi dari ilmu yang didapat seseorang melalui usaha keras dan penderitaan tidak akan pernah terlupakan.

Ketiga, ketika kau mempelajari sebuah teknik yang baru, latihlah teknik itu dengan ketulusan hati sampai kau benar-benar memahaminya. Janganlah meminta seluruhnya dalam sekali. Berlatihlah dengan rajin. Karate memiliki banyak teknik dan kata. Jangan terjebak pada cara berpikir karena begitu banyaknya yang harus dipelajari, kau harus mempelajari semuanya dengan cepat dengan cara yang biasa. Akan sangat tidak mungkin bagi orang yang tidak berpengalaman untuk mengetahui makna dari kata maupun teknik yang terkandung didalamnya untuk selanjutnya dimasukkan seluruh kedalam ingatan. Kata tidak akan bermakna apapun kecuali sebuah teknik kacau balau yang tidak bersatu. Mempelajari tiap gerakan dan tiap teknik dengan terpisah-pisah, murid akan gagal untuk melihat bagaimana hubungan antar kata, dan bagaimana kata menyatukan gerakan dan teknik. Mempelajari satu hal, melupakan yang lain, hasil akhir yang mereka dapat adalah hanya kekacauan/kebingungan saja.

Keempat, jangan bertindak seolah-olah menjadi seorang master yang hebat dan jangan mencoba-coba memamerkan kekuatanmu. Sangatlahlah memalukan mereka yang berlatih seni bela diri merasa bahwa mereka harus melakukan suatu pertunjukan bahwa dia adalah seorang bela diri. Gambaran seorang laki-laki, bahunya ditinggikan, sikunya mengayun, berjalan turun ke jalan seolah-olah dialah pemiliknya. Dengan kelihatan diwajahnya berkata, ’’ Akulah pahlawan terbesar yang pernah hidup’’. Sekalipun dia memang pahlawan, seseorang yang menghormatinya akan kagum setidaknya sesaat. Dan, tentu saja, jika dia bukan seorang laki-laki dengan kemampuan yang besar tapi adalah seorang pahlawan palsu. Situasi demikian sangat konyol diungkapkan dengan kata-kata. Sikap seolah-olah menjadi orang yang paling mahir biasanya dilakukan oleh seorang pemula dengan menarik perhatian orang lain. Dengan berbuat seperti ini, mereka menjatuhkan dan menghancurkan nama baik dari orang-orang yang bersungguh-sungguh berlatih seni bela diri. ’’Senyum mereka dapat mengambil hati dari anak-anak kecil sekalipun ; kemarahan mereka sanggup membuat seekor harimau merunduk dalam ketakutan.’’ Inilah yang secara singkat menerangkan seorang ahli bela diri sejati.

Kelima, hal yang harus kau ingat adalah bahwa kau harus selalu memiliki sebuah sikap yang sungguh-sungguh memperhatikan sopan santun, dan kau harus hormat dan patuh kepada seniormu. Tidak ada seni bela diri yang tidak menekankan pentingnya sikap keramahan dan menghormati. Sikap ramah dan hormat tidak hanya dibatasi untuk dilakukan di dojo saja. Adakah orang yang bersedia mengikuti perintah dari seniornya di dojo tetapi mengabaikan semua kata-kata dari orang tua mereka serta orang lain yang lebih tua ? Aku berharap tidak. Jika memang ada orang seperti itu, mereka tidak berhak untuk berlatih seni bela diri.

Keenam, kau harus mengabaikan yang buruk dan mengambil yang baik. Ketika kau melihat orang lain berlatih dan menemukan sesuatu yang harus kau pelajari, cobalah untuk menguasainya tanpa keraguan. Jika kau melihat seseorang menjadi malas, pelajarilah sendiri dengan teliti mengapa sampai demikian. Ketika kau melihat seseorang yang hebat dalam menendang, tanyalah dirimu sendiri mengapa tendangan mereka begitu. Bagaimana agar kau bisa menendang seperti itu ; mengapa tendanganmu berbeda ? Dalam hal ini kau harus mampu mencari sebuah cara untuk meningkatkan tendanganmu.

Ketika kau melihat seseorang yang tidak meningkatkan kemampuannya, tanyalah kembali dirimu mengapa bisa demikian ? Mungkin mereka tidak berlatih dengan cukup, atau mungkin mereka tidak bisa menentukan. Bertanyalah pada dirimu apakah hal itu sama denganmu ? Kebiasaan seperti ini tidak hanya digunakan untuk meningkatkan satu kemampuan teknik saja. Kita semua memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika kita tulus dalam keinginan meningkatkan kemampuan diri kita dengan menempa tubuh dengan berlatih giat menendang dan memukul, maka kita tidak akan menyerah ketika berusaha menjalani ujian yang sulit atau menyelesaikan sebuah tugas yang berat. Seseorang yang bersemangat dan bermental kuat setelah memperkuatnya dengan bertarung melawan kebiasaan tidak pernah ada kata menyerah, tidak akan menemukan tantangan yang terlalu besar untuk diatasi Seseorang yang telah merasakan sakitnya fisik dan mental selama waktu yang lama demi belajar satu pukulan, satu tendangan, akan mampu menghadapi tugas apapun. Tidak masalah betapa sulitnya, akan menyelesaikannya hingga akhir. Orang seperti ini dapat dikatakan sesungguhnya telah mempelajari karate. Setiap orang yang kita temui dapat menjadi contoh dan cermin untuk melihat diri kita sendiri. Sebuah peribahasa lama mengatakan, ’’Ketika aku berjalan bersama dengan dua orang, mereka bisa aku jadikan guruku. Akan kupilih sifat baik mereka dan mengikutinya, sifat mereka yang buruk akan kuhindari’’.

Ketujuh, pikirkan bahwa kehidupan setiap hari sebagai latihan karate. Jangan berpikir bahwa baik karate hanya dilakukan di dojo, tidak juga sebagai cara bertarung saja. Semangat berlatih karate dan unsur-unsur latihan keduanya dilaksanakan dalam setiap dan masing-masing aspek dari kehidupan keseharian kita. Semangat lahir dari gemeretak gigimu melawan udara dingin di musim dingin, latihan dan keringat yang menetes keluar dari kedua matamu di musim panas dapat membantumu dengan baik dalam pekerjaanmu.

dyt_gf karate-do